December 13 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Harga NAB Reksadana

By admin - Fri Jun 15, 8:40 am

Harga NAB reksadana selalu berubah setiap waktu. Harga NAB reksadana terkadang naik, dan terkadang bisa turun. Jika pada satu kejadian ada NAB yang terus menurun, apakah akan mempengaruhi nilai investasi kita? Ataukah investasi kita bisa hilang? Mari kita pelajari hal ini lebih lanjut. Yang perlu kita ketahui adalah cara perhitungan NAB per unit. Total asset plus semua accrued income (missal: bunga deposito) minus semua accrued expenses (missal biaya bank custodian, dan lain sebagainya) dibagi jumlah unit yang telah terjual.

Harga NAB reksadana

Hal itu berarti, untuk seuatu NAB kemungkinan menurun menjadi nol, nilai portofolionya (gabungan dari berbagai instrument yang Anda miliki) menjadi nol semua. Hal ini tentu saja tidak mungkin. Karena tidak mungkin dalam satu waktu reksadana bangkrut, deposito juga bangkrut, obligasinya juga nilainya nol, dan saham juga nol atau delisted semua. Tentu saja hal ini tidak akan terjadi. Karena kenyataannya, ketika ada salah satu dari instrumen-instrumen tersebut nilainya turun, maka instrument yang lain kemungkinan malah naik. Dan dari instrument yang inilah nanti Anda akan memperoleh return. Jadi, resiko pun semakin mengecil karena Anda tetap mempunyai kemungkinan untuk untung.

Harga NAB reksadana juga pasti menentukan jumlah return yang akan Anda dapatkan. Kemudian, reksadana biasanya juga akan menyisihkan sebagian portofolionya di pasar uang (SBI, deposito/atau rekening giro biasa). Hal ini bertujuan agar pilihan obligasi dan/atau sahamnya juga cukup baik. Sehingga kemungkinan NAB turun memang ada, karena kondisi pasar dan lain sebagainya, tetapi tidak mungkin sampai mengakibatkan nilai investasi Anda menjadi nol.

Reksadana juga biasa dikenal sebagai mutual fund. Reksadana merupakan wahana investasi yang sifatnya kolektif karena menghimpun banyak dana dari banyak orang. Dan semua dana tersebut akan dibagi untuk mmebelikan saham, obligasi maupun instrument keuangan yang lain. Reksadana sendiri juga sudah diatur di dalam Undang-Undang, yaitu di UU No. 8/1995 tentang Pasar Modal. Di dalam Undang-Undang ini, disebutkan bahwa ada 2 bentk reksadana, yaitu kontrak investasi kolektif dan juga perseroan.

Harga NAB reksadana juga mempengaruhi kedua jenis reksadana tersebut. Karena kontrak investasi kolektif itu sendiri adalah kontrak antara manajer investasi dengan Bank custodian yang mengikat pemegang Unit Penyertaan. Bank custodian adalah pelaksana penitipan dana kolektif, sedangkan unit penyertaan (UP) adalah unit yang diterbitkan reksadana untuk menghimpun dana. Jadi, reksadana bertugas menghimpun dana dengan cara menerbitkan Unit Penyertaan kepada masyarakat. Kemudian dana yang sudah dihimpun tersebut diinvestasikan pada berbagai jenis efek yang dieprdagangkan dalam pasar modal dan juga di pasar uang.

Jika Anda masih ragu untuk berinvestasi di bidang ini, maka sebaiknya Anda mengetahui tentang keuntungan-keuntungan yang bisa Anda peroleh di sini. Keuntungan pertama adalah akses ke instrument investasi yang mahal. Untuk pembelian reksadana berlipat-lipat lebih murah daripada pembelian instrument lain, misalnya saham. Keuntungan kedua adalah diversifikasi. Dengan adanya diversifikasi, maka Anda akan menikmati keuntungan yang maksimal tetapi dengan pengelolaan resiko yang relative kecil. Karena sang investor (dibantu dengan manajer investasi) harus mengetahui top 3 instrumen melalui monthly fund fact sheet. Keuntungan ketiga adalah likuid. Selama bursa efek aktif atau tidak libur, maka Anda bisa melakkan transaksi, hal ini berbeda dengan deposito berjangka. Keuntungan keempat adalah high return. Selama Negara atau ekonomi makro tidak mengalami krisis financial, maka profit yang Anda miliki lebih tinggi daripada nilai inflasi.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS