September 22 2014
  • 1
Jakarta, ID - 32 °CPartly Cloudy - Humidity: 52%
Advertisement

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Usaha Baru

By admin - Fri Jan 20, 4:35 pm

Usaha baru memang sedikit lebih membutuhkan kejelian daripada usaha yang sudah berjalan lancar. Dalam membuat usaha baru, hal-hal yang pelru Anda perhatikan adalah mengenali diri Anda sendiri; merencanakan; pendanaan; hal-hal legal, penyimpanan catatan; asuransi; perpajakan; dan mencari pertolongan.

Hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah mengetahui atau mengenali Anda sendiri. Anda harus mempunyai beberapa sifat berikut agar bisa dikatakan mempunyai jiwa entrepreneurship dan mampu mendorong kesuksesan bisnis Anda, yaitu:

  1. Pekerja keras
  2. Berani atau tidak ragu dalam membuat keputusan
  3. Terpercaya, kata-katanya bisa dipegang
  4. Tekun/ ulet
  5. Teratur dan sehat

Selain sifat-sifat tersebut, pengalaman kerja pada masa lalu tentunya juga akan menentukan jenis usaha yang akan Anda mulai. Menjalankan usaha akan lebih mudah jika Anda sudah kenal dengan produk atau jasa dan industrinya. Karena memulai usaha baru jauh lebih rumit kala Anda mencoba untuk melakukan keduanya pada saat yang bersamaan (mencari pengalaman dan mencari tahu tentang produk).

Usaha baru juga harus dibuka dengan perencanaan yang matang. Suatu rencana usaha yang baik merupakan garansi untuk keberhasilan. Sebuah rencana usaha harus mendokumentasikan aspek-aspek usaha seperti pemasaran, pengorganisasian dan keuangan. Rencana usaha itu dibuat karena tiga alasan mendasar, yaitu:

  1. Untuk menentukan kelayakan.
  2. Untuk menyediakan dokumen tertulis.
  3. Dan untuk membimbing penanganan usaha yang sesungguhnya.

Hal ketiga yang harus diperhatikan untuk memulai usaha adalah pendanaan yaitu bagaimana mencari atau mendapatkan dana untuk modal. Pada awalnya mungkin Anda harus bersedia untuk mengorbankan tabungan pribadi dan menggunakan harta milik pribadi sebagai jaminan untuk pinjam uang. Hal keempat yang harus diperhatikan adalah hal-hal legal, yaitu UU, peraturan, ijin, dan lain sebagainya. Anda sepatutnya memperoleh saran dari seorang ahli hokum, agen asuransi dan akuntan sebelum memutuskan tentang apakah usahanya akan hanya dimiliki sendiri (sole proprietorship), menjalin kemitraan (partnership) atau dalam bentuk perseroan (incorporation). Penyingkapan terhadap pertanggung jawaban mungkin merupakan pertimbangan yang paling penting dalam memilih bentuk badan hokum perusahaan. Jika Anda akan mempunyai penanam modal, bentuk perseroan sepertinya akan lebih tepat.

Usaha baru juga harus memperhatikan hal penting kelima yaitu penyimpanan catatan, yaitu mencakup pemeliharaan dari rekaman. Hal ini sering disebut sebagai pembukuan dalam hal-hal yang berkaitan dengan keuangan. Suatu system penyimpanan catatan/data atau system pembukuan keuangan yang baik adalah penting untuk menyediakan atau memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pemerintah, penanam modal, dan peminjam uang (bank). Tujuan dengan adanya penyimpanan ini adalah untuk perencanaan dan pengawasan. Anda harus tahu berapa banyak uang yang dihasilkan, apa saja pengeluaran yang dilakukan, adakah keuntungan atau kerugian, siapa saja yang berhutang kepada usaha Anda da kepada siapa saja usaha Anda berhutang. Semua pertanyaan ini dapat dijawab dengan system pemeliharaan atau penyimpanan catatan atau data (keuangan) yang baik.

Hal keenam yang harus Anda perhatikan adalah asuransi. Anda harus memastikan diri bahwa asuransi tersebut mempunyai semua cakupan (coverage) asuransi sebelum membuka suatu usaha. Anda harus berbicara dengan agen asuransi tentang perlindungan atas harta milik atau kekayaan, hutang/pertanggung jawaban, kompensasi untuk karyawan, kendaraan, gangguan usaha, kesehatan dan asuransi jiwa. Hal ketujuh adalah perpajakan. Anda harus mulai mengayunkan langkah kanan dengan mempelajari apa saja yang disyaratkan atau dituntut. Anda harus mendaftarkan diri dan usaha Anda pada beberapa instansi pemerintah pusat atau daerah. Hal terakhir yang harus Anda perhatikan adalah mencari pertolongan atau bantuan. Anda harus membuat ‘tim penasehat yang profesional’ yang terdiri dari konselor usaha dari KKB, penasehat hokum, banker dan agen asuransi.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

Leave a Reply

Comments are closed on this post.

Advertisement