December 13 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Fungsi Pemasaran Terhadap Konsumen

By admin - Wed Jun 20, 4:52 pm

Konsumen selalu memegang peranan penting terhadap kesuksesan sebuah bisnis. Konsumen menjadi tolok ukur apakah usaha Anda mempunyai omzet yang banyak dan menggapai keuntungan yang ditargetkan atau tidak. Teori fungsional ini akan melihat perilaku konsumen yang ada di dunis bisnis. Konsumen selalu berharap bahwa mereka akan berhubungan dengan informasi yang sejenis di masa yang akan datang yang kemudian akan menimbulkan antisipasi perilaku.

Konsumen

Satu konsumen dengan konsumen yang lain tentu saja mempunyai perilaku yang berbeda. Hal inilah yang kemudian memungkinkan para pengiklan untuk mengetahui mengapa banyak sekali perilaku yang ditahan sebelum mencoba untuk mengubahnya. Lalu, fungsi perilaku ini diidentifikasikan kedalam beberapa jenis. Yang pertama adalah fungsi manfaat. Fungsi manfaat berhubungan dengan prinsip dasar penghargaan dan hukuman. Jadi, ada kesenangan atau kepedihan yang akan tercermin ke dalam fungsi ini. Misalnya si A dan si B memakan cheesecake. Karena si A menggemari keju sedangkan si B tidak, maka reaksi yang akan timbul juga sangat berbeda.

Konsumen juga mempunyai fungsi yang kedua, yaitu fungsi ekspresi nilai. Perilaku yang menunjukkan fungsi ekspresif nilai akan memusatkan konsumen terhadap nilainya atau konsep itu sendiri. Jadi, seseorang akan membentuk perilaku terhadap produk tertentu karena manfaat dari produk tersebut, bukan karena menggunakan produk tersebut. Jadi, nilai yang diekspresikan ini sangat berkaitan dengan analisa gaya hidup dimana konsumen melakukan sejumlah minat, aktivitas dan pendapat tentang identitas social.

Fungsi ketiga adalah fungsi mempertahankan ego. Sikap yang dibentuk untuk melindungi orang, baik dari ancaman eksternal atau perasaan internal tidak aman, melakukan fungsi mempertahankan ego. Misalnya produk rokok yang mempertahankan konsep maskulinitas seorang pria apabila menghisap rokok, dan lain sebagainya. Fungsi keempat adalah fungsi pengetahuan. Beberapa perilaku dibentuk sebagai hasil dari kebutuhan terhadap perintah, struktur, atau makna. Kebutuhan ini seringkali ditampilkan ketika orang-orang berada dalam situasi yang tidak pasti atau menghadapi produk baru.

Konsumen kemudian juga dikaitkan dengan teori fungsional. Karena perilaku dapat melayani lebih dari satu fungsi, tetapi dalam banyak kasus hanya ada satu yang dominan. Mengenali fungsi yang dominan dapat membantu para pemasar, yang membangun struktur iklan untuk menggunakannya di hal yang lain. Iklan sesuai dengan fungsi untuk mengenalkan produk secara langsung dalam pikiran yang sedang dipasarkan dan hasilnya adalah menjadi pilihan baik untuk produk itu dan iklannya.

Misalnya, dalam penelitian terakhir, ditemukan bahwa bagi sebagian besar orang, membuat kopi lebih dari sekedar fungsi manfaatnya, tetapi lebih dari sekedar fungsi untuk menyatakan nilai. Sebagai konsekuensinya, subyek memberikan respon yang lebih positif terhadap tulisan tentang kopi yang mereka baca: ”Rasa, lezat hangat dan aroma kopi Blend Sterling berasal dari campuran biji kopi segar” (fungsi manfaat ) daripada: ”kopi yang Anda minum mengatakan sesuatu tentang orang seperti apa Anda tersebut, bedakan rasanya” ( fungsi ekspresi nilai ). Hal ini kemudian akan mempengaruhi konsep iklan yang akan ditayangkan. Karena bukan hanya rasa yang dirtawarkan, tetapi juga nilai atau konsep sosial dan nilai. Hal ini yang kemudian menjadi pertimbangan tersendiri bagi para pelaku bisnis, misalnya bisnis coffee shop. Sekarang mereka membuka coffee shop bukan hanya sekedar tempat untuk minum kopi, tetapi lebih kepada tempta nongkrong, bertemu dengan teman, dan lain sebagainya.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS