June 27 2017
  • 1

Warning: fread(): Length parameter must be greater than 0 in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 311

Warning: fopen(): Filename cannot be empty in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 298

Warning: fwrite() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 299

Warning: fclose() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 300
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Fase Pemanfaatan Kartu Kredit

By admin1 - Fri Jun 22, 8:40 pm

Pemanfaatan kartu kredit ini akan berbeda-beda dari satu orang ke orang yang lain. Pemanfaatan kartu kredit bisa kita lihat melalui 3 fase utama berikut ini. Fase pertama adalah sebagai uang simpanan. Di dalam fase ini, biasanya Anda adalah pengguna baru. Anda biasanya akan merasa seolah-olah uang yang ada di dalam kartu kredit itu adalah uang simpanan Anda sendiri, jadi Anda juga dengan mudah main gesek untuk berbelanja keperluan yang tidak penting. Di fase ini, Anda masih sulit membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Fase ini masih merupakan fase yang “salah” dalam penggunaan kartu kredit. Anda tidak boleh bersikap seperti ini karena hutang tagihan akan sangat enumpuk di akhir bulan. Masih untung jika Anda mampu melunasinya, tetapi jika tidak? Maka Anda hanya akan menanggung bunga yang terus meningkat.

Pemanfaatan kartu kreditFase kedua adalah kartu kredit sebagai penunda pembayaran. Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya pengetahuan tentang kartu kredit, maka fungsinya pun cenderung berubah. Penghasilan akan semakin meningkat dan menggunakan kartu kredit hanya untuk membayar dan menunda pembayaran saja. Artinya, ketika di pertengahan atau akhir bulan Anda ingin membeli kebutuhan yang mendesak, Anda bisa memanfaatkan kartu kredit dan Anda bisa melunasinya nanti pada saat akhir bulan setelah Anda gajian. Di fase ini, seharusnya Anda sudah sadar bahwa mengatur keuangan sangat penting dan Anda bisa menjadwalkan pelunasan tagihan kartu kredit sama seperti membayar tagihan listrik rumah, internet, telepon, dan lain sebagainya. Jadi, tanggung jawab Anda sebagai card holder sudah bisa terbentuk dengan baik.

Pemanfaatan kartu kredit juga melalui fase yang ke tiga, yaitu karti kredit sebagai alat pembayaran transaksi bisnis. Fase ini merupakan pemanfaatan yang matang atas kartu kredit. Anda bisa berubah dari pengguna yang konsumtif, pengguna yang bijaksana kemudian menjadi pebisnis yang bisa memanfaatkan kartu kredit dengan sangat baik. Jika tadinya Anda hanya menggunakannya untuk alat pembayaran baik online maupun offline, dalam fase ini, Anda sudah bisa memanfaatkannya untuk membeli barang yang akan memicu perkembangan bisnis Anda. istilahnya, bisa menjadi modal usaha.

Kesadaran yang tinggi dibutuhkan untuk mampu memanfaatkan kartu kredit dengan lebih bijak. Karena sekalinya Anda terjerumus hutang kartu kredit, akan sangat sulit untuk menebusnya. Apalagi jika Anda hanya pekerja kantoran dan tidak “memutarkan” uang dari kartu kredit tersebut. Bagaimanapun, bijaksana dalam memilih mana yang menjadi keinginan dan kebutuhan sangat diperlukan. Dan kesadaran jika uang yang ada di dalam kartu kredit itu bukan milik kita juga sangat penting. Jadi, ketika akan menggunakan kartu kredit untuk hal-hal yang tidak penting bisa dihindari.

Pemanfaatan kartu kredit dan fase-fase yang dilaluinya akan membantu Anda untuk memaksimalkan manfaat kartu kredit sendiri. Untuk memaksimalkan manfaat kartu kredit sendiri ada beberapa hal, yaitu sebagai berikut. Pertama, jangan pernah menaikkan jumlah gaji Anda ketika mengajukan aplikasi agar limit kartu kredit Anda tidak tinggi. Karena bank akan mengukur kemampuan Anda dari gaji. Yang kedua, pilih kartu kredit yang memberikan penawaran tingkat suku bunga terendah. Dan pastikan bahwa suku bunga tersebut permanen. Yang ketiga, carilah kartu kredit yang memberikan penawaran fasilitas lengkap, misalnya diskon, cashback, dan lain sebagainya.

Yang keempat, tanyakan kepada penerbit kartu kredit apakah ada penghapusan denda untuk keterlambatan. Biasanya beberapa penerbit kartu kredit memberikan kesempatan penghapusan denda untuk 1 kali terlambat pelunasan. Yang kelima, pastikan tanggal pelunasan tagihan jatuh setelah tanggal Anda menerima gaji, agar tidak sering terjadi keterlambatan. Yang keenam, jika Anda mempunyai track record yang baik, Anda bisa menanyakan untuk menurunkan tingkat suku bunga. Yang ketujuh, minta kepada penerbit kartu kredit untuk menghapuskan biaya keanggotaan tahunan.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • 0 Comments

  • Fatal error: Call to undefined function the_ratings() in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/hooks.php on line 513