November 23 2014
  • 1
Jakarta, ID - 27 °CPartly Cloudy - Humidity: 79%
Advertisement

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Reksadana

By admin - Wed Jun 13, 5:32 pm

Harga reksadana selalu dipengaruhi oleh sentiment pasar, fundamental makro ekonomi dan juga supply demand. Harga reksadana dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam berinvestasi di bidang ini. Sebelum Anda berinvestasi di bidang ini, sebaiknya Anda juga melakukan analisis yang dikenal sebagai metode Top Down Analysis. Pengambilan keputusan dengan metode ini dilakukan dengan cara melihat kondisi perekonomian secara makro (umum). Setelah itu, dilanjutkan ke sector-sektor industry secara spesifik untuk kemudian bisa melihat sector mana yang akan diuntungkan dengan kondisi ekonomi makro yang ada. Setelah itu, baru kemudian melihat ke salah satu saham secara individual untuk bisa melihat saham mana yang paling bagus dalam industry tersebut.

harga reksadana

Para manager investasi pada umumnya menggunakan metode ini untuk menganalisis dan mengelola reksadananya. Hal ini juga kemudian terkait dengan perkembangan inflasi. Inflasi menjadi salah satu pertimbangan yang tidak boleh dilewatkan. Lalu apa hubungan antara membaiknya peringkat surat hutang Indonesia, perubahan rasio hutang terhadap GDP, naik turunnya tingkat inflasi dan suku bunga, besar kecilnya cadangan devisa, panas dinginnya suhu politik, harga minyak, dan juga berita-berita makro ekonomi lainnya dengan perkembangan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana?

Harga reksadana juga berhubungan dengan beberapa hal tersebut di atas. Jika Anda sudah menjadi investor, hal-hal tersebut sudah pasti tidak asing lagi bagi Anda. Banyak sekali topic di atas yang mengemuka di media massa di Indonesia. Berita-berita tersebut kemudian mempunyai dampak negative, positif maupun datar-datar saja. Berita tersebut juga bisa berasal dari dalam negeri dan juga dari luar negeri dan semuanya selalu dikaitkan dengan perkembangan investasi di Indonesia.

Berita-berita tersebut bahkan bisa datang sangat cepat sehingga situasi bisa dengan cepat berubah bahkan hanya dalam hitungan hari. Modal utama Anda sebenarnya adalah pemahaman. Anda harus memahami dampak signifikan mana yang akan menimbulkan pengaruh terhadap investasi reksadana Anda. Kemudian, analisis juga apakah dampak dari berita tersebut hanya sementara atau jangka panjang? Untuk menganalisis, Anda bisa memperhatikan beberapa hal berikut ini. Pertama adalah inflasi dan BI rate. Inflasi berarti kenaikan harga barang secara umum. Kemudian, lembaga yang menghitung besar kecilnya tingkat inflasi di Indonesia adalah BPS (Biro Pusat Statistik). Sementara dengan BI rate adalah tingkat suku bunga yang kemudian dijadikan sebagai salah satu acuan dalam menetapkan besar maupun kecilnya tingkat deposito dan juga prosentase bunga pinjaman. Dan lembaga yang berwenang akan hal ini adalah Bank Indonesia (BI).

Harga reksadana juga berhubungan dengan pertimbangan dalam memutuskan tingkat BI rate. Walaupun tingkat BI Rate bukanlah satu-satunya alat oleh Bank Indonesia untuk mengendalikan tingkat inflasi. Karena ada beberapa hal yang mempengaruhi tingkat BI Rate, yaitu:

  1. Kestabilan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
  2. Selisih dengan suku bunga AS antara tingkat suku bunga (Fed Fund Rate) dengan tingkat suku bunga di Indonesia.
  3. Peringkat Surat Hutang Indonesia.
  4. Kondisi perekonomian Negara yang ditentukan oleh indicator seperti GDP (Gross Domestic Product) dan juga cadangan devisa.
  5. Faktor tidak tetap, yaitu factor yang dapat mempengaruhi keputusan Bank Indonesia untuk menetapkan BI rate. Factor ini sifatnya tidak permanen dan dapat berubah sewaktu-waktu. Misalnya, kondisi ekonomi global, lonjakan harga minyak, perkembangan hutang Eropa, dan lain sebagainya.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

Leave a Reply

Comments are closed on this post.

Advertisement