October 24 2014
  • 1
Jakarta, ID - 28 °CPartly Cloudy - Humidity: 79%
Advertisement

Data NAB Reksadana

By admin - Fri Jun 15, 8:56 am

Data NAB reksadana merupakan salah satu tolok ukur untuk memantau hasil dari suatu reksadana. Data NAB reksadana per saham/ unit penyertaan adalah harga wajar dari portofolio suatu reksadana setelah dikurangi oleh biaya operasional kemudian dibagi jumlah saham/ unit penyertaan yang telah beredar (yang dimiliki investor) pada saat tersebut. Data NAB/unit bisa dilihat per harian dan juga bulanan. Untuk data yang bulanan, Anda akan melihat data tersebut pada satu minggu terakhir pada bulan tertentu.

data NAB reksadana

Untuk mendapatkannya, Anda bisa mencarinya di website resmi maupun di Koran langsung. Selain itu, Anda juga bisa secara langsung membelinya. Untuk melihat di website, Anda bisa membuka data reksadana bulanan di website bapepam maupun di website kontan. Tetapi untuk data reksadana pasar uang, akan sedikit sulit diperoleh karena sulitnya menghitung returnya. Hal ini dikarenakan NAB/unit reksadana pasar uang mempunyai ketentuan harus selalu Rp 1.000,00

Data NAB reksadana ini selalu update setiap hari oleh bank custodian dan juga diterbitkan di berbagai media. Yang perlu Anda ingat adalah bahwa NAB/NAV tidak serta merta menggambarkan mahal atau tidaknya suatu reksadana. Karena sejatinya, reksadana yang baru ditawarkan biasanya mempunyai NAB/NAV murah, sedangkan reksadana yang sudah eksis cukup lama bisa saja mempunyai NAB/NAV tinggi. Tetapi tentu saja nilai NAB/NAV bisa dipengaruhi oleh beberapa hal, misalnya jumlah UP maupun kebijakan MI untuk melakukan split ratio yang akan mengubah nilai NAB/NAV.

Di dalam transaksi reksadana, tentu ada transaksi pembelian dan penjualan. Dan transaksi ini membutuhkan kepekaan agar tidak salah langkah. Pada saat membeli reksadana, Anda dikenakan selling fee tertentu. Misalnya suatu hari Anda membeli reksadana dengan investasi Rp 10 juta, NAB/NAV Rp 1.350/UP, dan selling feesebesar 1%. Jumlah UP yang bisa diperoleh dapat dihitung dengan rumus:

UP = [investasi (1 - fee)] : NAB/NAV

UP = [Rp 10 jt (1 - 0,01)] : Rp 1.350/UP

UP = 7.333,3333 unit

Jadi, NAB/NAV dihitung setiap akhir hari bursa. Jika Anda membayar dan memasukkan inquiry sebelum jam 12.00 WIB, NAB/NAV dihitung pada akhir hari tersebut. Namun juka Anda membeli setelah pukul 12.00 WIB, maka Anda akan dimasukkan ke NAB/NAV hari bursa berikutnya.

Sementara saat menjual reksadana, Anda akan dikenakan redemption fee. Misalkan hari ini Anda ingin membeli reksadana yang Anda beli di atas dengan NAB/NAV Rp 2.025/UP dan redemption fee sebesar 1,5%. Besarnya redemption dapat dihitung dengan rumus:

Redemption = UP x NAB/NAV (1 – fee)

Redemption = 7.333,3333 x Rp 2.025/UP (1 – 0,015)

Redemption = Rp 14.627.250

Jadi besarnya keuntungan Anda adalah sebesar Rp 4.627.250. Return on investment (ROI) investasi Anda sebesar 46,27%.

Data NAB reksadana juga akan membantu Anda memperkirakan dan melihat berapa keuntungan yang Anda peroleh. Karena yang namanya investasi pada resiko, maka yang harus Anda lakukan adalah untuk membuat resiko tersebut lebih tersebut, yang artinya tidak mengganggu investasi Anda. Coba bayangkan, apabila Anda memiliki 10 instrumen yang tersebar. Setelah terjadinya transaksi, ternyata 1 dari 10 instrumen tersebut gagal atau rugi. Nah 9 instrumen yang lain mengalami kenaikan atau untung. Lalu apa yang akan terjadi pada dana investasi Anda? Sudah pasti untung, bukan? Inilah yang harus Anda telaah lebih lanjut. Semoga sukses.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

0 Comments

Comments are closed on this post.
Comments -49 - 0 of 0First« PrevNext »Last
Comments -49 - 0 of 0First« PrevNext »Last

Leave a Reply

Comments are closed on this post.

Advertisement