July 31 2014
  • 1
Jakarta, ID - 27 °CHaze - Humidity: 79%
Advertisement

Cara Meningkatkan Omzet Penjualan

By admin - Wed Jun 20, 4:49 pm

Omzet penjualan bisa dikatakan sebagai tolok ukur kesuksesa sebuah usaha. Omzet penjualan yang tinggi berarti keuntungan yang didapat juga semakin besar, begitupun sebaliknya. Untuk meningkatkan omzet, biasanya para pebisnis memicu peningkatan omzet dalam sekejap. Tetapi sebaiknya untuk menuai hasil yang maksimal, sebagai pengusaha harus memicu peningkatan omzet dari hal-hal kecil yang mungkin sering diabaikan. Tetapi justru hal-hal kecil inilah yang mampu meningkatkan omzet secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

Omzet penjualan

Berikut adalah beberapa strategi untuk meningkatkan omzet penjualan. Pertama adalah lihat harga jual. Coba teliti harga jual produk Anda. Apakah sudah waktunya untuk naik, tetap atau turun? Hal ini bisa dinilai dari perkembangan penjualan Anda. Anda juga harus mengetahui harga ideal saat ini dengan mencoba beberapa pilihan harga jual. Karena dengan begitu, Anda bisa mengetahui harga yang ideal untuk produk Anda dan bisa meningkatkan omzet penjualan Anda.

Omzet penjualan bisa ditingkatkan dengan cara kedua, yaitu dengan mengenali kapan prime time bisnis Anda. Prime time di sini berarti dimana penjualan terbanyak terjadi. Setelah Anda mengetahui prime time bisnis Anda, Anda kemudian harus mengoptimalkan kinerja penjualan, yang bisa dilakukan dengan menggencarkan program pemasaran. Anda harus mulai focus pada resource yang Anda miliki pada prime time tersebut. Ketiga, Anda harus melihat database konsumen Anda. Database bukan hanya untuk dianggurin saja tetapi database ini mempunyai manfaat yang sangat nyata untuk meningkatkan angka penjualan Anda. Hal ini berhubungan erat dengan segmentasi pasar. Anda seharusnya mampu mengkategorikan konsumen kedalam beberapa daftar konsumen. Jadi, Anda akan mengetahui pendekatan marketing apa yang sesuai dengan setiap daftar konsumen Anda.

Keempat, jalankan strategi pemasaran untuk meningkatkan omzet. Untuk meningkatkan omzet penjualan, jangan pernah ragu untuk menjalankan strategi pemasaran. Misalnya Anda bisa memberikan penawaran yang super heboh dan berubah setiap satu atau dua bulan sekali. Bentuknya pun bermacam-macam. Anda bisa memperbesar ukuran produk, buy one get one, dan lain sebagainya.

Omzet penjualan juga dipengaruhi oleh lokasi usaha. Misalnya Anda membuka usaha makanan, Anda harus mengerti pangsa pasar Anda seperti apa dan apakah cocok dengan jenis makanan yang Anda tawarkan. Segmentasi pasar bisa Anda bedakan berdasarkan lokasi usaha tersebut berada. Misalnya saja Anda membuka kantin di sebuah sekolah, tentu harga yang ditetapkan dan macam menu yang ditawarkan akan sangat berbeda dengan bisnis makanan atau minuman yang Anda jalankan di sebuah komplek perkantoran. Biasanya pelaku bisnis kuliner yang ada di sekitar lokasi sekolah ataupun kampus akan menawarkan harga yang lebih terjangkau untuk membidik konsumen anak-anak, remaja, dan para mahasiswa. Sedangkan harga kuliner di komplek perkantoran maupun pusat perbelanjaan cenderung lebih mahal karena konsumen yang dibidik adalah pegawai kantoran dan masyarakat umum lainnya. Oleh sebab itu, ketika Anda menjalankan bisnis makanan dan minuman, sebaiknya perhatikan kebutuhan dan minat konsumen di sekitar lokasi usaha agar produk yang Anda tawarkan sesuai dengan permintaan para konsumen.

Harga jual harus disesuaikan dengan pangsa pasar yang Anda bidik. Tentukan Anda membidik pangsa pasar kelas bawah, menengah, atau atas. Masing-masing mempunyai cirri khas sendiri dan tentunya mempunyai harga yang berbeda. Jenis menu yang ditawarkan untuk pasar kelas menengah dan kelas atas tentu juga berbeda. Jadi, sebelum Anda mulai meroketkan omzet penjualan, periksa kembali segmentasi pasar usaha Anda. Semoga sukses.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

Leave a Reply

Comments are closed on this post.

Advertisement