August 23 2017
  • 1

Warning: fread(): Length parameter must be greater than 0 in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 311

Warning: fopen(): Filename cannot be empty in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 298

Warning: fwrite() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 299

Warning: fclose() expects parameter 1 to be resource, boolean given in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/weather/class.weather.php on line 300
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Cara Memilih Reksadana

By admin1 - Thu Apr 12, 4:35 pm

Cara memilih reksadana tidak boleh sembarangan karena ada beberapa jenis yang harus Anda ketahui. Cara memilih reksadana sebaiknya mempertimbangkan empat macam Reksadana yang ada, yaitu:

  1. Reksadana Saham.
  2. Reksadana Pendapatan Tetap.
  3. Reksadana Campuran.
  4. Reksadana Pasar Uang.

Cara memilih reksadana

Berdasarkan tingkat risikonya, maka dibawah ini adalah urut-urutan reksadana tersebut dari yang paling berisiko sampai yang risikonya paling rendah. Namun demikian perlu diketahui bahwa semakin besar risikonya, biasanya potensi keuntungan yang akan Anda dapatkan juga akan semakin besar.  Sebelum memilih di antara keempat reksadana tersebut, sebaiknya tetapkan dulu tujuan Anda. Tetapkanlah untuk apa investasi itu Anda lakukan. Sebagai contoh, Anda ingin menabung (melakukan investasi) ke dalam reksadana untuk persiapan masa pensiun Anda yang masih 20 tahun lagi. Dari situ dapat diketahui bahwa Anda akan menabung selama 20 tahun. Nah, karena jangka waktu investasi Anda cukup panjang, maka tidak apa-apa Anda melakukan investasi ke dalam Reksa Dana yang berisiko sekalipun. Ini karena Anda tidak akan memakai uang Anda selama jangka waktu 20 tahun itu. Jadi kalaupun nilai Reksa Dana Anda turun pada tahun ke-7 misalnya, Anda tetap baru akan memakai uangnya pada tahun ke-20. Dan saham, walaupun nilainya turun naik, secara jangka panjang umumnya menunjukkan trend yang menaik.

Cara memilih reksadana benar-benar harus diperhatikan manfaat dan tujuannya. Contoh berikutnya adalah bila Anda berinvestasi untuk jangka pendek, katakan hanya selama 2 tahun saja, maka akan terlalu berisiko kalau Anda melakukan investasi ke dalam reksadana Saham. Anda mungkin bisa memilih reksadana yang risikonya lebih rendah, tetapi lebih pasti dalam memberikan keuntungan, walaupun potensi keuntungan itu biasanya tidak sebesar potensi keuntungan seperti dalam reksadana Saham. Jadi, lihat dulu jangka waktu investasi Anda sebelum Anda memilih reksadana.

Berikut adalah panduan mengenai reksadana mana yang sebaiknya Anda beli sesuai dengan jangka waktu investasi Anda. Jangka Waktu Investasi Jenis Reksa Dana:

  1. Diatas 10 tahun à Reksadana Saham.
  2. Diatas 3 s/d 10 tahun à Reksadana Campuran.
  3. Diatas 1 s/d 3 tahun Reksadana à Pendapatan Tetap.
  4. Sampai dengan 1 tahun à Reksadana Pasar Uang.

Cara memilih reksadana dengan mempertimbangkan manfaat dan jangka waktu reksadana Anda akan sangat membantu untuk meminimalisir kerugian. Berapa potensi keuntungan yang bisa didapatkan masing-masing Reksadana? Perlu diingat sekali lagi bahwa Reksadana adalah sebuah cara berinvestasi. Kalau Anda berinvestasi pada Reksadana Saham misalnya, sama saja dengan kalau Anda membeli saham secara langsung. Bedanya, pada Reksadana Saham pemilihan saham Anda dilakukan oleh Manajer Investasi Anda. Jadi disini, Reksa Dana adalah sebuah cara berinvestasi di mana ada potensi untung dan rugi.

Namun demikian, masing-masing Reksadana tersebut bisa memberikan potensi keuntungannya masing-masing. Untuk Reksadana Saham, dalam jangka panjang (diatas 10 tahun), secara rata-rata Reksadana Saham bisa memberikan hasil sebesar 30% per tahun. Untuk Reksadana Campuran adalah 25% per tahun. Untuk Reksadana Pendapatan Tetap adalah 20% per tahun. Dan untuk Reksadana Pasar Uang adalah 15% per tahun. Tetapi sekali lagi angka tersebut bukan jaminan bahwa Reksadana Anda pasti bisa memberikan hasil sebesar itu. Ini karenanya semuanya sangat bergantung pada pemilihan produk investasi yang dilakukan Manajer Investasi. Jadi, angka sebesar itu adalah kemungkinan keuntungan yang bisa Anda dapatkan. Reksadana sama seperti investasi lain yang juga memiliki kemungkinan rugi juga. Jadi ada kemungkinan Anda tidak akan mendapatkan hasil sebesar 30% per tahun (untuk RD Saham), misalnya. Sekali lagi, menurut peraturan, harta dari Reksadana tidak boleh dijadikan satu dengan harta Manajer Investasi (perusahaan Reksadana). Harta Reksadana harus disimpan secara terpisah pada sebuah tempat khusus yang dinamakan lembaga/bank kustodian. Jadi kalau Manajer Investasi Anda bangkrut (karena kurang pemasukan dari komisi misalnya), harta Reksadana Anda tidak akan terpengaruh. 

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • 0 Comments

  • Fatal error: Call to undefined function the_ratings() in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/hooks.php on line 513