November 18 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Bisnis Marketing dengan Konsep Pemasaran

By admin - Wed May 02, 4:32 pm

Bisnis marketing membutuhkan lima konsep pemasaran yang mendasari cara organisasi melakukan kegiatan pemasarannya. Bisnis marketing dengan konsep pemasaran ini harus dilakukan dengan matang. Konsep pertama adalah konsep pemasaran berwawasan produksi. Konsep ini adalah salah satu konsep tertua, yaitu akan memilih produk yang mudah didapat dan murah harganya. Dalam hal ini memusatkan perhatiannya untuk mencapai efisiensi produksi yang tinggi serta cakupan distribusi yang luas. Konsep ini dapat dijalankan apabila permintaan produk melebihi penawarannya dan dimana biaya produk tersebut sangat tingi. Kelemahan konsep pemasaran ini adalah pelayanan tidak ramah dan buruk.

Bisnis marketing

Konsep kedua adalah konsep pemasaran berwawasan produk. Konsep ini berpendapat bahwa pelanggan akan memilih produk yang menawarkan mutu, kinerja terbaik dan inovatif dalam hal ini memuaskan perhatian untuk membuat produk yang lebih baik dan terus menyempurnakannya. Industri yang berwawasan ini cenderung tidak memperhatikan keinginan dan kebutuhan dari pelanggan, sehingga divisi pemasaran akan mengalami kesulitan dalam pemasaran.

Bisnis marketing bisa dilakukan dengan konsep yang ketiga, yaitu konsep pemasaran berwawasan menjual. Konsep ini berpendapat bahwa kalau pelanggan dibiarkan saja, pelanggan tidak akan membeli produk industri dalam jumlah cukup sehingga harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif. Konsep ini beranggapan bahwa pelanggan enggan membeli dan harus didorong supaya membeli. Konsep ini sering digunakan pada “Produk yang tidak dicari” atau tidak terpikir untuk dibeli serta pada industri yang mengalami kelebihan kapasitas produksi.

Konsep keempat adalah konsep pemasaran berwawasan pemasaran. Konsep ini berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan industri terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada saingannya. Konsep berwawasan pemasaran bersandar pada empat pilar utama, yaitu:

  1. Pasar sasaran,
  2. Kebutuhan pelanggan,
  3. Pemasaran yang terkoordinir serta
  4. Keuntungan.

Konsep ini telah dinyatakan dalam banyak cara:

  1. Memenuhi kebutuhan dengan menguntungkan.
  2. Temukan keinginan dan penuhilah.
  3. Cintailah pelanggan bukan produknya.
  4. Dapatkanlah sesuai kesukaan Anda.
  5. Berusaha sekuat tenaga memberikan nilai, mutu dan kepuasan tertinggi bagi uang pelanggan.

Bisnis marketing yang menggunakan konsep pemasaran berwawasan bermasyarakat beranggapan bahwa tugas industri adalah menentukan kebutuhkan, keinginan serta kepentingan pasar sasaran dan memenuhi dengan lebih efektif serta lebih efisien daripada saingannya dengan cara mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan pelanggan dan masyarakat. Konsep pemasaran bermasyarakat meminta pemasar untuk menyeimbangkan tiga faktor dalam menentukan kebijaksanaan pemasaran, yaitu:

  1. Keuntungan industri jangka pendek,
  2. Kepuasan pelanggan jangka panjang dan,
  3. Kepentingan umum dalam pengambilan keputusan.

Selain itu, bisnis harus selalu memberikan kepuasan pelanggan sepenuhnya (total customer satisfaction). Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (atau hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Jadi tingkat kepuasan adalah fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan. Kepuasan pelanggan sepenuhnya dapat dibedakan pada tiga taraf, yaitu:

  1. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar pelanggan, contoh: Wiraniaga toko daging A menunjukan jenis daging yang dibutuhkan seseorang pelanggan. Ia menanyakan beberapa kg diperlukan, kemudian ditimbang dan dibungkus.
  2. Memenuhi harapan pelanggan dengan cara yang dapat membuat mereka akan kembali lagi. Contoh: Wiraniaga toko daging B menunjukan jenis daging yang dibutuhkan seorang pelanggan. Ia menunjukan jenis daging apa yang diperlukan (disesuaikan dengan masakannya), yang sudah di “aging” atau tidak (dijelaskan keuntungannya), kemudian di timbang diberi es dan dibungkus.
  3. Melakukan lebih daripada apa yang diharapkan pelanggan. Contoh: Wiraniaga toko daging C (selain seperti di toko daging B), juga dijelaskan berbagai hal tentang kualitas daging dan perbedaan dari masing-masing jenis daging, jenis kemasan (vacum atau tidak dan selain itu diberikan alternatif daging dari industri yang lain (setengah atau sudah matang). Setelah itu ditimbang, diberi es, dibungkus dan diserahkan sambil tersenyum serta mengucapkan terima kasih.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS