November 14 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Berwirausaha Sejak Dini? Siapa Takut?

By admin - Tue Oct 02, 5:04 pm

 

Berwirausaha sejak dini ternyata membawa dampak positif bagi pelaku usahanya. Berwirausaha sejak dini ternyata bukan hanya dunianya orang dewasa tetapi juga bisa menjadi bagian dari dunianya anak-anak. Dan dunia wirausaha untuk orang dewasa dan anak-anak tentu saja berbeda. Bedanya, wirausaha pada anak-anak tidak bisa dijalankan sendirian, karena masih membutuhkan dukungan dan bimbingan dari orang dewasa, orang tua dan guru. Lalu untuk apa sebenarnya proses pengenalan anak-anak terhadap dunia wirausaha? Tentu saja manfaatnya sangat banyak, salah satunya adalah dengan mendapati bekal masa depan kelak. Nah, pada tahapan usia yang masih terbilang belia ini, anak-anak yang mau belajar untuk menumbuhkan jiwa wirausahanya akan tumbuh menjadi jiwa yang lebih kreatif.

Berwirausaha sejak dini

Kreativitas yang sudah dilatih sejak dini, termasuk dengan kegiatan kewirausahaan dan melalui berbagai ajang, bisa menjadi modal utama kemandirian dan produktivitas anak saat dia tumbuh dan berkembang menjadi lebih dewasa nantinya.

Berwirausaha sejak dini memberikan dampak dan manfaat yang pertama, yaitu menjadi pribadi kreatif. Pelatihan entrepreneur mayoritas diikuti oleh anak-anak yang kreayif dan berani mencoba. Mereka datang dengan berbagai pemikiran dan terobosan khas anak kecil. Nah, pelatihan ini sendiri selain mampu melatih kreativitas anak sejak dini, juga menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan profesi entrepreneur pada anak-anak.

Entrepreneur di Indonesia sendiri tergolong masih sedikit. Padahal jika ingin Negara sukses, haru ada banyak entrepreneur di dalam sebuah Negara. Tetapi jika di dalam sebuah Negara kebanyakan masyarakatnya bercita-cita sebagai pegawai, maka beban Negara juga akan lebih berat. Untuk itulah, anak-anak harus sudah harus dituntun untuk menjadi lebih kreatif sejak dini. Kita sebagai orang tua harus bisa menuntun kepercayaan diri anak-anak untuk menjadi seorang entrepreneur. Bahkan Kak Seto juga sangat antusias dengan kegiatan pengenalan entrepreneurship untuk anak-anak. Menurutnya, setiap anak yang dihargai dengan berbagai kelebihannya akan membuatnya lebih percaya diri dan mampu mengembangkan potensinya. Nah, dengan begitu, anak juga bisa menjadi seorang entrepreneur yang mempunyai gagasan orisinal, bisa memberikan terobosan dan mampu memecahkan masalah. Memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar berbisnis atau berwirausaha sejak kecil bukan diarahkan untuk mencari uang. Tetapi ada fungsi yang lebih utama lagi, yaitu untuk melatih kemandirian dengan mengandalkan kreativitasnya. Jangan pedulikan anggapan miring yang beranggapan bahwa anak yang belajar bisnis sejak kecil akan menjadi ”mata duitan”. Karena tujuan utama dalam melatih jiwa kewirausahaan sejak dini ini adalah untuk memberikan kesempatan pada anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kreatif. Nah, dengan kreativitas ini, sang anak diharapkan mampu menciptakan sesuatu yang tadinya tidak ada menjadi ada. Untuk bisa lebih kreatif, anak juga harus tumbuh dalam suasana yang aman dan juga bebas secara psikologis. Aman berarti anak tidak banyak dicela atau dikritik berlebihan oleh orangtuanya. Bebas berarti anak diberi kesempatan untuk melontarkan ide dalam menciptakan terobosan baru.

Berwirausaha sejak dini juga mempunyai manfaat yang kedua, yaitu produktif dan tidak konsumtif. Melalui pengenalan wirausaha terhadap anak, sejak dini anak-anak dididik agar lebih produktif dan tidak konsumtif, tentu saja dengan dukungan keluarga. Jadi, satu keluarga akan menunjukkan sikap yang solid, kompak dan ada kasih sayang dengan pemahaman bahwa kegiatan wirausaha adalah prasyarat untuk anak menjadi lebih mandiri ke depannya. Cara untuk meningkatkan ketajaman jiwa wirausaha pada anak bisa dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, kegiatan berkoperasi di sekolah, dan lain sebagainya.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS