December 9 2016
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Bagaimana Seharusnya Menyikapi Konsumen Potensial?

By admin1 - Mon May 12, 3:42 pm

Konsumen potensial bisa berpengaruh pada kesuksesan usaha Anda. kenapa? Karena konsumen potensial bisa menjadi tangan kedua untuk melakukan promosi sampai akhirnya mendatangkan konsumen baru. Tetapi salah satu kendala yang dialami pelaku bisnis, terutama pebisnis pemula, adalah sulit untuk membedakan mana yang potensial dan mana yang hanya basa-basi, terlebih di toko online. Memang sudah menjadi hal yang lumrah jika calon konsumen online shop akan bertanya terlebih dahulu tentang barang yang diminatinya. Jadi Anda juga tidak boleh cuek pada mereka yang bertanya. Tetapi jika kita jeli, akan kita dapatkan tanda-tanda apakah si visitor merupakan calon konsumen yang potensial atau hanya numpang lewat saja.

Konsumen potensial

  1. Bahasa yang digunakan konsumen. Anda harus mampu memperhatikan dan menganalisis setiap bahasa awal yang dikatakan calon konsumen Anda, terutama jika komunikasi tersebut dilakukan via telepon atau chat. Coba perhatikan intonasi yang digunakan atau bahasa tertulis di chatting yang dia gunakan saat berinteraksi dengan Anda. biasanya calon konsumen yang bertanya lebih detail berniat lebih serius membeli daripada mereka yang bertanya sambil lalu saja. Jangan lupa juga selalu catat saran atau pertanyaan yang dirasa penting untuk perbaikan pelayanan bisnis Anda.
  2. Perhatikan keluhan dan saran konsumen. Konsumen potensial biasanya juga memberikan saran atau keluhannya atas bisnis online lain kepada Anda. Jika ada konsumen yang begini, sebaiknya Anda beri alternatif atau solusi dari permasalahan tersebut. Berikan bukti bahwa online shop Anda tidak seperti online shop yang pernah dikunjungi oleh konsumen Anda tersebut. Anda juga bisa menganggap keluhan konsumen Anda sebagai pelecut diri agar semangat memperbaiki online shop Anda. dengan begitu, kepercayaan konsumen Anda akan tumbuh lebih subur dan bisa menjadi konsumen yang potensial dan loyal.
  3. Perhatikan ekspresi konsumen. Karena ekspresi tercermin dari perasaan seseorang. Pun ketika Anda hanya bisa berkomunikasi dengan konsumen via chat, maka Anda bisa mengetahuinya melalui emoticon yang digunakan konsumen Anda. Agar konsumen Anda bisa berinteraksi dengan ceria dan lepas dengan Anda, sebaiknya buatlah suasana chat yang cair dan tidak kaku. Berikan apa yang mereka butuhkan, yaitu teman untuk bertanya tentang produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Jika mereka sudah merasa nyaman dengan pelayanan Anda, maka bukan tidak mungkin jika Anda dijadikan orang kepercayaan ketika mereka membutuhkan sesuatu yang Anda jual.
  4. Catatlah feedback dari konsumen. Ketika Anda mempunyai suatu usaha, pastikan Anda memintanya untuk memberikan masukan tentang produk atau jasa yang sudah mereka beli. Dengan begitu, Anda bisa mencatat apa yang kira-kira harus Anda perbaiki dan apa yang harus Anda hilangkan. Misalkan Anda menjual jasa desain dan cetak undangan, Anda bisa berkomunikasi langsung dengan si konsumen tentang desain yang diinginkan melalui email. Sehingga sebelum dicetak, Anda dan konsumen saling tahu seperti apa yang diinginkan konsumen.
  5. Memanfaatkan Sosial Media untuk survey. Konsumen potensial dan calon konsumen biasanya sangat gemar berkomunikasi melalui media sosial. Jadi Anda bisa melakukan survey di sosial mana biasanya konsumen paling banyak berinteraksi. Pastikan ketika Anda aktif di sosial media, banyak calon konsumen yang tahu dan memperhatikan aktivitas Anda tersebut.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • 0 Comments

  • Fatal error: Call to undefined function the_ratings() in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/hooks.php on line 513