November 13 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Apakah Anda Mempunyai Gaya Hidup Boros?

By admin - Mon May 28, 4:56 pm

Gaya hidup boros akan mengganggu stabilitas keuangan Anda. Gaya hidup boros biasanya sering dihubungkan dengan para wanita. Tetapi apakah benar begitu? Lalu apakah Anda termasuk mempunyai gaya hidup yang boros? Apakah Anda mempunyai masalah dengan penghasilan Anda? Apakah penghasilan Anda sudah maksimal tetapi Anda masih saja merasa kurang? Apakah Anda masih merasa keteteran untuk menutup kebutuhan sehari-hari? Atau bahkan, gaji hanya sekedar “numpang lewat” di bank dan kemudian kosong entah kemana?

gaya hidup boros

Jika Anda memang benar-benar mengalami salah satu atau beberapa pertanyaan tersebut di atas, ada 2 penyebab utamanya. Pertama, mungkin gaji Anda terlalu kecil sehingga Anda merasa sangat kekurangan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. Kedua, gaya hidup Anda sudah terlampau boros.

Gaya hidup boros terkadang mendorong masyarakat untuk selalu berbelanja apa saja yang dia inginkan. Kebanyakan dari mereka mengerti perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, tetapi mereka hanya sekedar mengerti tanpa adanya keinginan untuk mempraktikkannya. Memang kebutuhan masing-masing orang itu berbeda. Tapi menurut beberapa perencana keuangan, ada beberapa ukuran yang bisa Anda gunakan untuk menakar apakah penghasilan kita sudah ideal atau belum.

Pertama, penghasilan yang Anda terima harus bisa menutupi biaya hidup (living cost) utama. Biaya hidup ini mencakup pemenuhan sandang, pangan, papan, komunikasi, transportasi, dan perawatan diri. Tetapi Anda juga harus ingat bahwa pengeluaran untuk memenuhi living cost ini idealnya tidak melebihi 30% dari total penghasilan Anda. Di sini, Anda diharuskan untuk menghitung kebutuhan Anda secara mendetail. Misalnya uang makan. Anda harus membuat perincian tentang makan Anda selama 1 bulan. Terlebih jika Anda sudah berkeluarga dan mempunyai anak dan suami. Anda harus menghitung semua keperluan primer anggota keluarga Anda satu per satu.

Gaya hidup boros bisa dihindari dengan menentukan anggaran untuk berbelanja (misalnya pakaian). Selain itu, komponen tempat tinggal juga harus dimasukkan dalam rincian pengeluaran wajib Anda. Misalnya menyewa rumah, kos, atau jika Anda sudah mempunyai rumah sendiri, berarti biaya perawatan dan membayar PAM atau listrik juga harus dimasukkan dalam daftar ini. Selanjutnya adalah kebutuhan transportasi. Jika Anda tidak mempunyai kendaraan, Anda harus menyiapkan ongkos transportasi kendaraan umum. Sebaliknya jika Anda mempunyai kendaraan sendiri, Anda harus memperhitungkan untuk membeli bensin, ganti oli dan juga biaya perawatan. Biaya hidup lain yang harus dimasukkan dalam rincian pengeluaran adalah dana untuk komunikasi, yaitu langganan akses internet atau pulsa telepon.

Selain itu, tak lupa untuk memasukkan pengeluaran untuk perawatan diri. Misalnya kebutuhan belanja kosmetik, parfum, atau peralatan mandi. Jangan lupakan juga ongkos mencuci pakaian. Untuk membuat anggaran ini, Anda bisa memukul rata anggaran. Misalnya Anda merinci Rp 300.000 per kepala, baik pria maupun wanita. Setelah Anda melakukan perincian tersebut, Anda juga harus pastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan tersebut tidak boleh melebihi 30% dari total penghasilan Anda. Selain untuk menutup biaya untuk living cost, Anda pun harus mempunyai dana cadangan atau dana darurat. Dana darurat ini akan sangat membantu jika terjadi sesuatu hal diluar rencana, misalnya sakit. Jadi, ketika sakit, Anda dan keluarga tetap tidak menggunakan dana untuk living cost. Jika Anda telah berkeluarga, minimal dana darurat yang Anda sediakan sekitar enam kali gaji. Tapi, jika Anda masih lajang, cukup alokasikan dana sebanyak tiga kali gaji. Dana darurat ini dialokasikan sebanyak 30% dari total pendapatan Anda. Dana ini sebenarnya juga bisa dijadikan sebagai tabungan untuk persiapan kebutuhan jangka panjang (apabila sudah terkumpul). Jadi, siapkan rincian keuangan Anda sekarang.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS