December 9 2016
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Apa Itu Prospektus Waralaba dan Bagaimana Cara Menganalisisnya?

By - Thu Oct 02, 4:40 pm

Prospektus waralaba bisa disebut sebagai gambaran rinci dari bisnis yang sedang dijalankan oleh franchisor. Prospektus waralaba harus dibaca dan dipahami secara detail oleh setiap orang yang akan memulai bisnis waralaba/ franchise. Dengan mengetahui secara detail, maka akan lebih mudah memahami dan menentukan brand waralaba mana yang akan Anda pilih dan yang mempunyai prospek bagus ke depannya. Dengan adanya prospektus ini, tidak ada lagi istilah membeli kucing dalam karung karena Anda sudah mampu menguliti dari luar sampai dalam.

Prospektus waralabaSetelah Anda menganalisis pasar, maka selanjutnya Anda harus meminta dokumen tentang bisnis waralaba yang Anda pilih kepada franchisor. Dokumen inilah yang disebut dengan prospektus waralaba. Adanya prospektus ini adalah suatu bentuk keterbukaan sang franchisor tentang informasi bisnis yang ditawarkan kepada franchisee. Dan semua franchisor terpercaya memang harus mempunyai prospektus ini karena sudah terdapat dalam peraturan waralaba PP No. 42 Tahun 2007 Bab V pasal 10 ayat 1, yaitu setiap franchisor hanya akan mendapatkan STW (Surat Tanda Waralaba) jika sudah mendaftarkan prospektus miliknya. Jika seorang franchisor tidak mendaftarkan prospektusnya maka bisa diancam sanksi administrasi yaitu berupa denda maksimal Rp 100 juta. Dengan adanya peraturan ini, maka Anda sebagai franchisee akan merasa terlindungi dan aman dari perusahaan-perusahaan abal-abal yang menawarkan bisnis waralaba.

Nah berikut ini yang harus lakukan saat menganalisis prospektus waralaba:

  • Identitas franchisor atau pemberi bisnis waralaba. Di dalam prospektus ini, Anda bisa mendapatkan data identitas franchisor Anda secara detail, mulai dari fotokopi KTP pemilik usaha, komisaris, pemegang saham, dan juga direksi.
  • Legalitas bisnis waralaba. Di sini Anda harus aktif saat menganalisis prospektus, meliputi fotokopi izin usaha teknis yang mencakup Izin Tetap Usaha Pariwisata, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) ataupun Surat Izin Pendirian Satuan Pendidikan (khusus untuk bisnis yang berhubungan dengan bidang pendidikan).
  • Sejarah kegiatan bisnis. Sejarah yang harus Anda perhatikan meliputi sejarah kegiatan usaha, sejak kapan berdiri, komunikasi pemasaran yang sudah dilakukan, jumlah gerai, prospek bisnis dan juga grafik pertumbuhan bisnis.
  • Struktur organisasi bisnis waralaba tersebut. Jangan hanya melihat sekilas setiap nama yang ada di dalam struktur organisasi perusahaan waralaba tersebut. Anda harus mencermati siapa direktur, manajer dan semua stafnya beserta tugas masing-masing.
  • Laporan keuangan (yaitu selama 2 tahun terakhir). Prospektus waralaba juga berfungsi untuk meneliti tentang keuntungan/ kerugian bisnis selama 2 tahun terakhir, pajak yang sudah dibayar, dan lain sebagainya.
  • Jumlah gerai atau tempat usaha. Dengan adanya informasi ini, Anda bisa mengetahui berapa saja gerai yang sudah tersebar dan ada di mana saja.
  • Daftar penerima waralaba. Yaitu daftar tentang nama perorangan atau perusahaan yang sudah menjadi franchisee.
  • Pemasukan/ penerimaan bisnis waralaba, termasuk royalti fee dan franchise fee.

Hak dan kewajiban franchisor dan franchisee.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS

  • 0 Comments

  • Fatal error: Call to undefined function the_ratings() in /home/infoduit/public_html/wp-content/themes/peluangbisnis/lib/hooks.php on line 513