November 17 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Alasan Utama Untuk Merencanakan Keuangan

By admin - Wed May 23, 5:00 pm

Merencanakan keuangan merupakan sebuah kewajiban. Namun masih banyak orang yang merasa malas atau engga untuk merencanakan keuangan pribadi maupun keluarganya. Jika Anda masih membandingkan kehidupan Anda sekarang dengan jaman dulu, tentu saja berbeda. Pada jaman dulu jelas tidak membutuhkan perencanaan keuangan karena kebutuhan dan gaya hidupnya sangat berbeda dibandingkan dengan sekarang. Dunia telah banyak berubah dengan perkembangan luar biasa. Begitu pula dengan gaya hidup Anda.

Merencanakan keuangan

Seiring waktu, tren berubah mengikuti perkembangan zaman. Dan, sudah pasti tren mempengaruhi hidup Anda. Untuk selalu menyelaraskan trend dan gaya hidup, butuh dana tak sedikit. Di sinilah perencana keuangan diperlukan. Berikut 10 alasan mengapa Anda membutuhkan perencanaan keuangan yang matang agar hidup tetap nyaman. Alasan pertama adalah hidup lebih aman. Perkembangan teknologi kedokteran dan kesehatan membuat banyak obat ditemukan. Harapan hidup pun semakin meningkat. Hidup lebih lama, tentu membutuhkan biaya lebih pula. Jika tidak melakukan perencanaan keuangan sejak dini, hari tua Anda takkan senyamn saat ini.

Merencanakan keuangan mempunyai alasan kedua, yaitu biaya kesehatan makin mahal. Ketika Anda hidup lebih lama, total biaya perawatan kesehatan selama hidup juga akan lebih besar. Penyakit yang mungkin mematikan kini dapat diobati, tapi harga obatnya tentu lebih mahal. Ingat jaman penjahan Belanda dulu, belum ada penyakit Jantung koroner, kanker atau stroke, yang ada hanya penyakit masuk angin, pes, kolera atau TBC. Hal ini perlu masuk dalam pertimbangan saat merencanakan keuangan sebelum usia Anda mencapai masa pensiun.

Alasan ketiga adalah pensiun nyaman. Cepat atau lambat Anda yang produktif akan memasuki masa pensiun. Kalau Anda tidak lagi bekerja, artinya tak ada lagi pendapatan tiap bulan. Kalaupun ada, jumlahnya jauh lebih kecil dibanding saat Anda produktif bekerja. Padahal, jika pensiun di usia 55 tahun dan hidup mencapai usia 79 tahun, berarti Anda masih harus makan sebanyak 26.280 kali. Ini belum termasuk inflasi. Jika biaya sekali makan Rp10.000, Anda akan menghabiskan Rp262.2800.000 hanya untuk makan pokok saja. Alasan keempat adalah godaan teknologi tak henti. Beberapa decade lalu, tidak ada bioskop, TV Kabel, perangkat home theater, telepon selular, PDA, Playstation, internet, pusat perbelanjaan dan sebagainya, yang bisa menguras penghasilan Anda. Teknologi yang maju telah melahirkan berbagai piranti dan fasilitas canggih yang pasti ingin Anda nikmati.

Merencanakan keuangan juga mempunyai alasan kuat kelima, yaitu kebutuhan terus bergerak. Yang perlu Anda perhitungkan bukanlah jarak tempuh tapi biya yang dikeluarjkan untuk kendaraan umum atau biaya bensin (jika membawa kendaraan pribadi). Jangan lupa kenaikannya setiap tahun. Alasan keenam adalah persiapan masa depan. Alasan ketujuh adalah menikah dan punya anak. Saat ini munkgin Anda belum berencana menikah dan punya anak. Namun, sebagai gambaran banyak perempuan yang memutuskan berhenti bekerja ketika memiliki anak. Bergantung pada pasangan? Sebaiknya tidak Anda jadikan jaminan. Jadi, untuk memenuhi dana pendidikan setelah Anda tidak lagi mendapatkan penghasilan, persiapkan sejak dini.

Alasan kedelapan adalah biaya hidup makin tinggi. Dari tahun ke tahun biaya hidup terus meningkat. Begitu pula ketika Anda memutuskan ingin punya anak. Alasan kesembilan adalah inflasi. Jangan lupakan inflasi yang terus meningkat setiap tahun. Inflasi pasti memperngaruhi harga produk dan jasa. Hidup baru akan aman jika mulai saat ini Anda menginvestasikan uang di instrument yang bisa menyaingi angka inflasi. Alasan kesepuluh adalah warisan. Mungkin ide ini jauh dari pikiran Anda saat ini. Namun, perlu juga Anda pertimbangakan bahwa hidup di masa depan akan lebih sulit dari sekarang, Anda tentu tidak ingin anak cucu kelak hidup susah karena Anda tak bisa mewariskan harta sedikit pun.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS