November 18 2018
  • 1
, - ° - Humidity: %
Advertisement

Alasan Melakukan Gaya Hidup Hemat

By admin - Mon May 28, 5:09 pm

Gaya hidup hemat bisa menjadi tabungan untuk masa depan Anda. Gaya hidup hemat ini sebenarnya menarik dan melegakan. Tetapi pada kenyataannya, banyak sekali masyarakat yang menjadikan gaya hidup hemat sebagai momok menakutkan. Misalnya untuk transportasi, Anda selalu memilih naik taksi. Jika sesekali memang tidak masalah, tetapi jika Anda berangkat dan pulang kerja selalu naik taksi, maka keuangan Anda yang akan menjadi korban. Biasanya mereka menjadikan alasan memanjakan diri setelah seharian kerja sebagai jawaban favorite. Memang tidak salah memanjakan diri, tetapi apakah harus setiap hari?

gaya hidup hemat

Mengelola keuangan berawal dari keputusan untuk hal-hal kecil, seperti memilih transportasi, bersenang-senang, makan atau cara untuk mengisi waktu. Jika Anda masih menyepelekan beberapa hal kecil dan rutin ini, maka jangan heran jika setiap akhir bulan atau bahkan pertengahan bulan Anda selalu merasa kekurangan uang. Jika sudah seperti itu, apakah Anda mau berkaca pada orang yang suka berhemat? Mereka yang suka berhemat tidak hanya mempunyai tabungan, tetapi hidupnya juga tidak was-was. Berikut adalah beberapa contoh gaya hidup hemat.

Gaya hidup hemat bisa dilihat dari hal pertama, yaitu merasa jika tidak hemat justru merasa cemas. Perlu ditegaskan bahwa orang yang hemat bukan berarti tidak mampu membeli tas atau sepatu mahal. Tetapi mereka selalu akan berpikir untung-ruginya. Misalnya mereka akan pergi makan. Ke restoran fine dining atau rumah makan biasa? Mereka pasti akan memilih makan di rumah makan biasa. Karena prinsipnya, jika ada makanan yang enak dan murah, kenapa mesti ke tempat yang mahal? Jika bisa naik kendaraan umu, kenapa naik taksi? Mungkin bagi sebagian orang yang terlalu dimanjakan dengan selalu dilayani akan merasa gengsi, risih dan repot menjalani hidup seperti ini. Tetapi orang yang berhemat tidak akan terlalu memperdulikan gengsi atau hal-hal semacam itu.

Kedua, sudah biasa hemat. Orang yang hemat cenderung akan memilih sesuatu yang lebih murah. Kalaupun ia membeli sebuah barang mahal, benda tersebut benar-benar menjadi investasi baginya. Misalnya, membeli sepatu yang berkualitas dan akan memakai tas itu saja 10 tahun ke depan. Kemudian, jika Anda terbiasa ngopi di gerai kopi premium, mereka akan berpikir, "Segelas kopi dengan harga Rp 40.000 itu tidak masuk akal!"

Gaya hidup hemat juga bisa dilihat dari hal ketiga, yaitu mempunyai cara sendiri untuk bersenang-senang. Jangan Anda pikir orang yang berhemat tidak mempunyai waktu untuk bersenang-senang. Bukan berarti mereka langsung alergi terhadap mall atau tempat hiburan. Hanya saja, mereka hanya ke sana ketika akhir pekan dan itupun tidak rutin. Karena untuk berbelanja, mereka akan sangat menikmati acara tawar-menawar dengan para pedagang di pasar tradisional atau toko. Untuk wisata kuliner, mereka bisa keluar masuk warung-warung tenda yang sudah dicicipi oleh Pak Bondan Winarno yang tidak kalah maknyus dengan restoran.

Hal keempat adalah tidak suka repot. Bagi mereka, semakin sering membeli pernak-pernak -termasuk majalah, CD, DVD- sebenarnya hanya membuat rumah makin berantakan. Sesekali membeli pernak-pernik memang tidak salah, tetapi asal tidak setiap hari atau setiap pekan membelinya bukan? Kelima, merasa senang jika berhemat. Dengan berhemat, mereka tetap bisa menikmati hidup sekaligus melihat saldo rekening tabungan semakin bertambah. Dan, itu menyenangkan. Mereka bangga dengan diri mereka karena tidak membuang-buang uang dan barang yang sudah dibeli tetapi tidak berguna. Jika orang lain gemar shopping, mereka juga puas karena barang-barang di rumah masih awet sehingga tidak perlu membeli yang baru.

Follow Peluang Bisnis | Peluang Usaha | Informasi Bisnis Indonesia on Twitter, become a fan on Facebook. Stay updated via RSS